INFORMASI BERAS ORGANIK
Pangan Indeks Glikemik (IG) Rendah Untuk Kesehatan
Indeks Glikemik (IG) pangan adalah tingkatan pangan menurut efeknya terhadap kadar gula darah. Pangan yang menaikkan kadar gula darah dengan cepat memiliki IG tinggi. Sebaliknya, pangan yang menaikkan kadar gula darah dengan lambat memiliki IG rendah. Memilih pangan (karbohidrat) yang tidak menaikkan kadar gula darah secara drastis merupakan salah satu upaya untuk menjaga kadar gula darah pada taraf normal. IG pangan ditentukan oleh jenis dari pangan tersebut dan cara pengolahannya. Sebagai contoh, salah satu klon ubi jalar bila digoreng IG-nya 47, yang direbus memiliki IG 62 dan dipanggang IG-nya 80.
Last Updated ( Friday, 24 July 2009 14:13 )
Kapankah Harga Beras Sepadan Dengan Jerih Payah Petani?Tidak bisa dipungkiri bahwa harga beras secara umum yang dikendalikan oleh Pemerintah masih tidak sepadan dengan jerih payah yang sudah dilakukan oleh para petani. Untuk meringankan beban petani dan mencapai target swasembada pangan, Pemerintah menggulirkan berbagai macam program seperti pupuk bersubsidi, bantuan benih gratis dan sebagainya yang pada kenyataannya sampai sekarang pun tidak mampu memberikan kesejahteraan kepada umumnya para petani. Memang cukup dilematis juga bila harga beras/gabah tidak dikendalikan oleh Pemerintah ada kemungkinan serbuan para kapitalis di bidang agribisnis justru akan menyingkirkan para petani dan menguasai produksi dan distribusi sektor pangan, yang lebih dilhawatirkan adalah masuknnya kendali dari luar melalui penanaman modal asing. Last Updated ( Thursday, 23 July 2009 09:10 ) Hati-hati Kahat N Pada Pertanian OrganikUntuk yang menanam padi secara organik, hati-hati dengan masalah kahat (kekurangan) unsur N !!! Banyak kasus termasuk di lahan kami sendiri dan lahan petani binaan, daun tanaman padi menguning dan semakin hari bagian warna kuningnya semakin meluas. Biasanya hal ini terjadi untuk lahan yang pemakaian komposnya kurang banyak, dan jumlah kompos minimal memang berbeda-beda sesuai dengan kondisi lahan. Untuk lahan yang pasokan bahan organiknya cukup baik yaitu yang setiap selesai panen jeraminya selalu di masukkan lagi ke sawah biasanya jumlah kompos minimal akan lebih rendah daripada lahan yang bahan organiknya kurang misalnya karena setiap selesai panen jeraminya selalu dibuang atau dibakar. Last Updated ( Wednesday, 27 May 2009 11:56 ) |
Kebiasaan Baik Yang DitinggalkanPara petani dijaman dahulu biasanya sebelum melakukan penanaman bibit padi disawah melaksanakan suatu upacara ritual bersama terlebih dahulu. Demikian juga saat akan melakukan panen mereka mengadakan upacara sejenis. Upacara-upacara ini dapat dimaknai bahwa mereka mengakui adanya suatu kekuatan maha besar yang mengendalikan alam ini sehingga merasa perlu untuk mengadakan upacara sebelum tanam untuk memohon agar tanamannya dapat tumbuh subur dan hasilnya banyak serta dihindarkan dari segala gangguan, kemudian upacara sebelum panen sebagai ungkapan rasa syukur telah sampai kepada masanya untuk panen memetik hasil kerja kerasnya. Bahkan di negara maju sekelas Jepang pun tradisi untuk memohon dan mensyukuri ini masih melekat dalam kebiasaan para petani modern mereka saat ini, tentunya dengan cara mereka.
Last Updated ( Monday, 20 July 2009 13:59 ) Tidak Ada 'kohe' Kompos pun Tetap JadiCuplikan pernyatan salah seorang pejabat di Harian Umum 'Pikiran Rakyat' pertengahan bulan agustus 2008 lalu yang sebenarnya samasekali tidak ada manfaat dan faedahnya : "Salah satu kesulitan dalam mewujudkan pertanian organik di Indonesia adalah menjadikan kompos sebagai pupuk organik. Sebab, kotoran hewan diperlukan untuk memprosesnya. .......dst". Sedangkan di kolom yang sama pada koran tersebut saya menyatakan "Bercocok tanam secara organik itu sangat mudah dan logis.......dst". |

















