Home

INFORMASI BERAS DAN PERTANIAN ORGANIK

Bung Alba Sahabat Petani – Menanggulangi Serangan Tikus

Kalau saat ini membicarakan burung hantu yang teringat mungkin Limbad dengan wajah seramnya atau Harry Potter si Penyihir Cilik yang buku-buku dan filmnya selalu laku keras. Burung hantu sesuai namanya memang mengesankan sesuatu yang misterius dan mistis, namun burung hantu juga sering dipakai sebagai representasi dari ilmu/pendidikan, karena mungkin masih sering terjadi malam-malam para pelajar/mahasiswa harus begadang untuk belajar menghadapi ujian besoknya karena berlakunya SKS (sistem kebut semalam). Jenis burung hantu sangat banyak sekali dan dapat dipelajari di situs-situs mengenai burung hantu diantaranya http://www.owlpages.com.

 

Last Updated ( Friday, 15 January 2010 08:23 )

Read more...

 

Ancaman Produk Agribisnis Tiongkok

Ketar-ketir, cemas, resah dan gelisah, serta segala macam ketakutan merasuki para pengusaha berbagai jenis produk di negeri kita. Pemberitaan berikut dikutip dari Harian Umum Pikiran Rakyat hari Selasa tanggal 5 Januari 2010 :

“Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri Jawa Barat Agung Suryamal Sutisno menilai, upaya renegosiasi yang akan dilakukan pemerintah dalam menghadapi ASEAN Free Trade Area (AFTA) dan ASEAN-China Free Trade Area (ACFTA) harus segera dilakukan. Menurut dia, hal yang harus dikedepankan dalam negosiasi tersebut adalah mengenai selektivitas barang dan pengunduran waktu era perdagangan bebas tersebut” kemudian pada beberapa paragraf berikutnya :

“Untuk produk pertanian, menurut Agung, yang dihubungi melalui telefon selulernya, Senin (4/1), serangan komoditas pertanian seperti buah-buahan, sayuran, dan bawang putih sudah mulai terasa. Buktinya di Pasar Induk Caringin sudah marak beredar produk sayuran dan buah-buahan asal Cina yang mulai mengancam produk pertanian lokal”.

 

Last Updated ( Friday, 08 January 2010 02:56 )

Read more...

 

Mata Air = Air Mata ?

Ya, banyak mata air di desa-desa kaki pegunungan saat ini yang jadi penyebab banjirnya air mata penduduk di sekitar mata air itu berada. Sawah, sumur, selokan, kolam, sungai yang dahulunya menyediakan atau mengalirkan air nan bening tanpa henti saat ini kering di musim kemarau padahal keberadaannya tidak jauh dari sumber mata air. Eksploitasi berlebihan oleh berbagai industri Air Minum Dalam Kemasan (AMDK) adalah salah satu penyebab pasti rusaknya lingkungan tersebut walaupun berbagai macam dalih dilontarkan berbagai pihak yang merasa berkepentingan dalam menangkis tudingan itu dengan menyatakan bahwa pengambilan air sudah sesuai dengan aturan dan sebagainya tetapi fakta dan realita di lapangan tetap tidak bisa terbantahkan bahwa penyebabnya adalah kehadiran mereka. Para petani padi organik binaan GO SRI di daerah Cidahu Kabupaten Sukabumi hanya merupakan beberapa gelintir korban saja dari ratusan atau bahkan ribuan penduduk yang menjadi korban kondisi ini, dan menurut penduduk setempat disana ada sekitar 27 industri Air Minum Dalam Kemasan atau industri yang berbahan baku air dan mungkin yang tercatat secara resmi di Pemda setempat kurang dari jumlah itu.

 

Last Updated ( Friday, 08 January 2010 02:55 )

Read more...

 

Agribisnis Organik dan Social Entrepreneur

Budidaya padi secara konvensional yang dilakukan oleh para petani yang sekaligus juga pemilik lahan saat ini bila dihitung memang tidak memberikan kecukupan untuk hidup apalagi secara hitungan bisnis akan kurang menjanjikan. Perhitungan kasar atau sederhananya untuk kepemilikan lahan petani setempat diumumnya banyak daerah (kecuali seperti di Karawang atau Subang utara) yang rata-rata hanya tinggal sekitar ¼ hektar (2.500 m2) hasil yang bisa diperoleh rata-rata adalah sekitar 1,25ton GKP (Gabah Kering Panen) sebelum dipotong bagian pemanen/buruh panen atau sekitar 1,1ton setelah dipotong biaya pemanen, dengan kondisi produktivitas musim tanam berikutnya berpotensi menurun akibat tanah yang semakin ‘sakit’. Pendapatan kotor petani bila gabahnya dijual dengan harga rata-rata sekitar Rp. 2.800/kg (sewaktu panen raya bisa anjlok sampai menjadi Rp. 2.300/kg, dan pada masa 2 bulan sebelum panen berikutnya bisa melonjak menjadi Rp. 3.200/kg) adalah Rp. 3.080.000/Musim Tanam.

 

Last Updated ( Friday, 08 January 2010 02:56 )

Read more...

 

Diversitas Hayati di Lahan Sawah

Komponen utama dari suatu sistem pertanian organik adalah : Perlindungan Tanah, Bio-Control, Daur Ulang Makanan dan Diversitas/Keragaman Hayati. Saat ini umumnya di tataran petani atau tataran lapangan, pertanian organik baru di persepsikan dengan mengganti pupuk/pestisida kimia sintetis dengan pemakaian kompos dan pupuk/pestisida organik. Hal ini baru memenuhi komponen perlindungan tanah serta sebagian dari komponen Bio-Control dan Daur Ulang Makanan. Sedangkan komponen Keragaman Hayati saat ini belum begitu mendapat perhatian dari para petani yang sudah mulai mencoba meninggalkan pupuk/pestisida kimia sintetis. Pada lahan sawah yang dikatakan sudah mengaplikasikan pola organik pada kenyataannya masih banyak yang menerapkan sistem monokultur atau hanya menanam tanaman padi saja dilahan sawah dan sistem monokultur ini merupakan bagian dari sistem Revolusi Hijau atau sistem Konvensional.  Lahan sawah umumnya masih merupakan lahan yang benar-benar sangat terbuka sehingga menyebabkan bekerja di sawah menjadi sangat berat dalam melawan sengatan sinar matahari terutama pada saat musim kemarau. Saat ini seolah-olah sawah tidak dapat dijadikan sebagai tempat yang menarik untuk dikunjungi seperti halnya taman bunga atau kebun buah-buahan. 

 

Read more...

 

<< Start < Prev 1 2 3 4 5 6 7 Next > End >>

Page 4 of 7

Shoutbox
Archives
Thu 07/09 03:36
Thu 17/04 16:31noviini tentang organik ya? Ada gag obat pelangsing tubuh herbal atau obat pelangsing tradisional link
Tue 05/11 14:09jokoProduktivitas ril di lahan ini diperkirakan sekitar 75% dari produktivitas ubinan mengingat sebagian lahan digunakan sebagai pematang link
Tue 13/07 11:34suwarmanmau tanya apa sih yang menyebabkan tanaman tidak tahan lama di lingkungan kita,
Sun 23/05 09:08JKLN DFFJJGHNM M TAKARAN PENGGUNAAN PUPUK CAIRDARI URINE KELINCI
Thu 14/01 13:16gecHarga kompos per kg diluar ongkos kirim. Supaya murah ongkirnya sebaiknya dalam jumlah besar-makin banyak makin murah. Bulan Desember 2009 lalu kirim ke compreng subang 15ton jadi bisa dibawah rp.600/kg sampai di tempat
Wed 13/01 09:22AjiHrg Kompos Curah Rp. 500 itu per apa? Kalo sy beli, ongkos kirimnya (ke Subang) gimana?
Wed 30/12 15:18gecUntuk Sekolah lapang harus menyesuaikan dengan awal musim tanam, awal musim tanam berikutnya sekitar bulan April 2009
Thu 10/12 10:04Andrewberapa no telp yg bisa di hub? saya tertarik untuk pelatihan sekolah lapang/magang. tks
Fri 04/12 15:14gecPak Lesmana yth, untuk pesanan tidak dibatasi jumlahnya tapi kaitannya langsung ke biaya kirim. Sayurannya kami belum siap pak terutama utk fasilitas penyimpanannya.
Banner

Events Calendar
December 2018
S M T W T F S
25 26 27 28 29 30 1
2 3 4 5 6 7 8
9 10 11 12 13 14 15
16 17 18 19 20 21 22
23 24 25 26 27 28 29
30 31 1 2 3 4 5
JoomGallery Treeview
Visitors Counter
mod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_counter
mod_vvisit_counterToday12
mod_vvisit_counterYesterday233
mod_vvisit_counterThis week245
mod_vvisit_counterLast week1973
mod_vvisit_counterThis month4461
mod_vvisit_counterLast month7007
mod_vvisit_counterSince 15-04-20091044745

Online (20 minutes ago): 5
Your IP: 54.84.236.168
,
Now is: 2018-12-17 01:06
Share This To:
GTranslate
English French German Italian Portuguese Russian Spanish