FAQs
| Article Index |
|---|
| FAQs |
| Page 2 |
| Page 3 |
| Page 4 |
| Page 5 |
| Page 6 |
| Page 7 |
| All Pages |
Q : Apakah yang dimaksud dengan kompos, pupuk organik cair, mikro organisma/mikroba dan pestisida hayati/organik? dimana mendapatkan bahan-bahan tersebut?
A : Kompos adalah bahan-bahan organik yang sudah melalui proses dekomposisi atau penguraian oleh mikroba seperti bakteri dan jamur. Bentuk akhir kompos menyerupai tanah yaitu coklat kehitam-hitaman dan kompos yang baik tidak menimbulkan bau selain seperti bau tanah dan bentuknya rapuh atau mudah dihancurkan seperti halnya tanah. Kalau dalam suatu kompos masih terdapat bahan organik yang masih keras/liat maka kompos itu belum terbentuk secara sempurna. Pupuk organik cair adalah bahan penyedia unsur hara untuk tanaman yang berasal dari bahan organik seperti bagian-bagian dari tanaman dan kotoran ternak. Pupuk organik cair sederhana dapat diambil dari urine kelinci/kambing/sapi/manusia atau dibuat dengan merendam bagian-bagian tanaman atau kotoran ternak dalam air selama beberapa hari. Sedangkan mikro organisma adalah organisma/makhluk hidup berukuran mikro atau tidak tampak mata secara langsung seperti bakteri, jamur dan virus. Bakteri dan jamur ada yang berguna untuk pertanian (jamur untuk dekomposer seperti trichoderma sp, bakteri antagons seperti corryne bacterium, dll) namun ada juga yang merugikan dan menjadi penyakit bagi tanaman. Banyak sekali jamur dan bakteri yang diaplikasikan dalam bidang pertanian organik ini. Kemudian pestisida hayati adalah bahan atau larutan yang dibuat dari bahan-bahan tumbuhan untuk mengontrol organisma pengganggu tanaman/OPT atau hama dengan cara mengusir, memandulkan atau membunuh OPT tersebut misalnya umbi gadung dapat merusak sistem reproduksi tikus, air perasan dari daun surian yang ditumbuk dapat mengusir walang sangit, dan lain sebagainya. Bahan-bahan tersebut dapat dibuat sendiri dan beberapa dari bahan tersebut kami bisa bantu untuk pengadaannya.
Q : Berapakah kebutuhan kompos dalam setiap hektarnya untuk pertanian organik?
A : Umumnya penggunaan kompos yang ideal adalah rata-rata sekitar 10 ton untuk setiap hektarnya dan sangat tergantung kepada kondisi tanah pada saat tersebut serta kebiasaan petani dalam mengaplikasikan pupuk buatan pada waktu-waktu sebelumnya.
Q : Apakah jika tidak bisa memenuhi 8-10 ton kompos per hektarnya, bisa digunakan pupuk organik cair sebagai penggantinya?
A : Fungsi kompos yang sangat banyak untuk perbaikan sifat fisik, sifat kimia dan sifat biologi tanah tidak dapat digantikan oleh pupuk cair organik. Namun bila pemakaian kompos masih kurang dari jumlah yang dianjurkan, salah satu fungsinya sebagai penyedia unsur hara harus didukung oleh aplikasi pupuk cair organik. Penggunaan pupuk cair organik sangat dianjurkan sebagai tambahan pasokan unsur hara terutama bila terdeteksi gejala kekurangan unsur hara seperti kahat N yang ditandai dengan menguningnya daun. Kekurangan unsur hara mengakibatkan tanaman menjadi lemah yang berlanjut kepada mudahnya tanaman terserang penyakit. Kesimpulannya penggunaan kompos adalah mutlak diperlukan untuk menyehatkan tanah walaupun belum mampu mencapai takaran yang dianjurkan, sedangkan pupuk organik cair sebagai tambahan bila komposnya mencukupi dan menjadi mutlak perlu bila komposnya masih kurang, tetapi tetap tidak dapat mengganti fungsi kompos secara keseluruhan dalam memperbaiki sifat-sifat tanah.
| Comments |
|
!joomlacomment 4.0 Copyright (C) 2009 Compojoom.com . All rights reserved."
Last Updated ( Tuesday, 16 June 2009 09:49 )
FAQs














