Sawahku Berbunga Warna Warni
Tabuhan adalah sejenis tawon yang mempunyai sengat yang berbisa. Terdapat banyak sebutan dalam bahasa sunda untuk beberapa jenis keluarga serangga ini seperti papanting untuk yang bentuknya kecil dan langsing, bangbara atau engang. Tabuhan seperti halnya lebah madu biasanya membuat sarang pada dahan atau lubang pohon bahkan tabuhan biasa bersarang juga pada bagian rumah yang terbuat dari kayu atau bambu. Tabuhan membunuh serangga lain untuk makanan tempayak (anak tabuhan) disarangnya sehingga dikenal menjadi parasit bagi banyak spesies serangga termasuk serangga yang menjadi organisma pengganggu tanaman padi, khususnya telur-telur dari serangga lain tersebut. Dengan sifat alamiah seperti itu maka kehadiran beberapa jenis tabuhan menjadi sangat penting di sawah sebagai pengendali organisma pengganggu tanaman (opt). Salah satu opt yang sangat sulit dikendalikan saat ini adalah ulat penggerek batang. Penyemprotan berbagai jenis pestisida baik kimia maupun organik tidak akan mampu mengendalikan ulat penggerek batang yang berada di dalam batang padi karena cairan pestisida yang disemprotkan tidak akan bisa menjangkau ke dalam batang padi. Semprotan pestisida ini hanya mampu mengendalikan kupu-kupunya saja, sedangkan ulatnya yang merupakan pengganggu tanaman padi dari dalam batang tidak bisa dikendalikan dengan cara penyemprotan.
Cara paling efektif dan tentunya ramah lingkungan untuk mengendalikan serangan penggerek batang seperti halnya serangan oleh opt lainnya adalah dengan tindakan preventif berupa pengendalian oleh predator atau musuh alaminya seperti laba-laba atau beberapa jenis tabuhan. Direktorat Jenderal Tanaman Pangan melalui Balai Besar Peramalan Organisme Pengganggu Tumbuhan sebenarnya sudah mengembangkan prosedur pengendalian opt ini dengan pelepasan musuh alami berupa tabuhan Trichogramma spp yang diperbanyak di tempat yang dikondisikan atau di laboratorium dengan media telur Corcyra spp (hama gudang yang banyak terdapat di gudang penyimpanan padi). Tabuhan ini diharapkan akan menjadi parasit atau pemangsa dari telur serangga opt sehingga populasi opt seperti ulat penggerek batang dapat ditekan. Namun tentunya sawah yang dikelola secara konvensional dengan pupuk dan penyemprotan pestisida kimia merupakan tempat yang tidak nyaman bagi laba-laba, katak, belalang sembah, tabuhan dan berbagai musuh alami lainnya sehingga serangan penggerek batang akan tetap terjadi dengan cukup luas pada sawah konvensional walaupun sudah dilakukan pelepasan tabuhan Trichogramma spp sekalipun bisa mengurangi luas serangan. Demikian juga proses perbanyakan tabuhan ini cukup sulit juga dilakukan oleh kalangan petani sehingga yang lebih mudah adalah petani harus melakukan pengadaan/pembelian Trichogramma spp ke penangkar yang mungkin saat ini belum ada selain Balai Besar Peramalan Organisme Pengganggu Tumbuhan.
Sifat alamiah tabuhan diantaranya adalah akan mendatangi tempat-tempat yang relatif tidak tercemar oleh pestisida kimia dan banyak terdapat tumbuhnya tanaman yang berbunga. Dengan kondisi demikian, untuk mengendalikan serangan penggerek batang dan opt lainnya dari jenis serangga upaya yang bisa dicoba untuk memberikan hasil yang lebih baik dan lebih mudah dimengerti adalah dengan melakukan praktek pertanian padi organik terintegrasi. Pada pesawahan perlu dilakukan budidaya tanaman lainnya yang bisa mengundang datangnya tabuhan atau predator lainnya. Di sawah selain dilakukan budidaya padi akan lebih baik dilakukan juga budidaya hewan ternak seperti sapi, kambing, kelinci, ayam atau bebek untuk dimanfaatkan juga kotorannya sebagai pasokan unsur hara bagi tumbuhan. Pada pematang sawah dapat dilakukan budidaya tanaman bunga produksi seperti bunga matahari yang bisa diambil minyaknya atau bunga tanaman obat herbal seperti kumis kucing, jengger ayam, bunga lolipop atau lainnya. Keberadaan tanaman bunga di sawah ini selain akan menarik berbagai macam tabuhan yang merupakan predator atau musuh alami dari berbagai opt dari jenis serangga tentunya akan menjadikan sawah lebih indah dan menarik dengan warna-warni bunganya. Selain tanaman bunga tentunya di sawah diperlukan juga tanaman kayu yang bisa berfungsi sebagai tempat berteduh atau beristirahat petani dan sebagai tempat bersarangnya tabuhan. Tanaman kayu bisa dipilih yang daunnya tidak terlalu rindang sehingga tidak terlalu menghalangi masuknya sinar matahari seperti lamtoro gung, pohon kacang babi, pohon sirsak, belimbing wuluh atau lainnya.
Tentunya keefektifan dalam mengundang berbagai macam tabuhan dan predator lainnya akan sangat tergantung kepada tingkat kerusakan lingkungan di sekitarnya, untuk sawah yang masih berdekatan dengan daerah hutan atau kebun-kebun yang jarang terkena pestisida kimia maka kehadiran pasukan tabuhan yang memenuhi undangan melalui ‘bahasa bunga’ ini akan menjadi lebih mudah untuk diharapkan…….
Link berita serangan penggerek batang :
http://bataviase.co.id/node/189078
Utju Suiatna
Ganesha Organic SRI
http://www.infoorganik.comLast Updated ( Sunday, 09 May 2010 10:42 )















