Home

INFORMASI BERAS DAN PERTANIAN ORGANIK

Pembangunan Sistem Usaha dan SDM Desa

Pada umumnya untuk saat ini alokasi Dana Desa lebih diarahkan kepada pembangunan sarana atau infrastruktur, masih sangat sedikit yang diarahkan kepada pembangunan Sumber Daya Manusia nya. Pembangunan sarana atau infrastruktur tentu saja penting untuk kemajuan suatu Desa tetapi yang sebenarnya jauh lebih penting adalah Pembangunan Manusia nya itu sendiri. Sarana atau infrastruktur yang memadai akan tidak bisa dimanfaatkan secara optimal apabila kualitas Sumber Daya Manusia nya sendiri malah kurang memadai. Harkat, martabat dan kesejahteraan petani yang umumnya merupakan warga Desa juga akan dapat ditingkatkan apabila kapasitasnya sebagai petani mendapat perhatian dan ditingkatkan melalui program yang terintegrasi meliputi pelatihan, pendampingan dan kepemilikan institusi ekonomi bersama berupa Koperasi.

Di dalam Peraturan Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, Dan Transmigrasi Republik Indonesia Nomor 19 Tahun 2017 Tentang Penetapan Prioritas Penggunaan Dana Desa Tahun 2018 Pasal 7 ayat (1) disebutkan bahwa “Dana Desa digunakan untuk membiayai program dan kegiatan bidang Pemberdayaan Masyarakat Desa yang ditujukan untuk meningkatkan kapasitas dan kapabilitas masyarakat Desa dengan mendayagunakan potensi dan sumberdayanya sendiri sehingga Desa dapat menghidupi dirinya secara mandiri”. Selanjutnya dalam Pasal 7 ayat (2) huruf (b) Peraturan Menteri yang sama disebutkan bahwa “Kegiatan pemberdayaan masyarakat Desa sebagaimana dimaksud pada ayat (1) diprioritaskan meliputi pengembangan kapasitas di Desa yang meliputi pendidikan, pembelajaran, pelatihan, penyuluhan dan bimbingan teknis, dengan materi tentang pembangunan dan pemberdayaan masyarakat Desa. Kemudian pada pasal 7 ayat (2) huruf (i) disebutkan bahwa “Kegiatan pemberdayaan masyarakat Desa sebagaimana dimaksud pada ayat (1) diprioritaskan meliputi dukungan pengelolaan usaha ekonomi oleh kelompok masyarakat, koperasi dan/atau lembaga ekonomi masyarakat Desa lainnya”. Dan berikutnya pada Pasal 8 ayat (2) disebutkan bahwa “Pembentukan usaha ekonomi warga/kelompok, koperasi dan/atau lembaga ekonomi masyarakat Desa lainnya melalui akses permodalan melalui BUM Desa dan/atau BUM Desa Bersama, pengelolaan produksi, distribusi dan pemasaran bagi usaha ekonomi pertanian berskala produktif dan usaha ekonomi lainnya yang difokuskan kepada pembentukan dan pengembangan produk unggulan desa dan/atau produk unggulan kawasan perdesaan”.

Untuk pembangunan Desa khususnya sektor pertanian melalui pemberdayaan petani ini, Yayasan Gosri siap untuk bekerjasama dengan berbagai pihak untuk penyelenggaraannya baik secara keseluruhan maupun secara parsial/sebagian misalnya hanya sebagai narasumber pada pelatihan yang diselenggarakan, adapun model pemberdayaan secara keseluruhannya adalah seperti digambarkan pada diagram di bawah ini.

Informasi lebih lanjut, proposal penyelenggaraan dan lainnya bisa menghubungi :

e-mail : This e-mail address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it

WA/SMS : 08121 4030 148

File presentasi klik disini


 

Share/Save/Bookmark

Last Updated ( Thursday, 11 January 2018 14:05 )

 

Menyikapi Takdir Perjalanan Dunia

Ajakan Seorang Petani

Potongan peristiwa dalam Hadits saat Rasulullah SAW melakukan perjalanan isra mi’raj:

Nabi Muhammad SAW bertemu dengan seorang wanita tua dipinggir jalan memanggil Nabi SAW: “Wahai Muhammad, pandanglah aku, aku akan meminta kepadamu !!!”. Malaikat Jibril berkata bahwa wanita tua itu adalah gambaran dari umur dunia yang tidak lagi tersisa kecuali seperti sisa umur dari wanita tua tersebut.
Sekarang sudah diakhir zaman, dunia sudah tua, kiamat sudah dekat, dan berbagai ungkapan sejenis sudah lazim kita dengar dan ini bersandar pada berbagai referensi baik seperti pada hadits di atas, hadits lainnya maupun pada fakta dan ilmu pengetahuan. Perjalanan dunia yang sudah diujung usianya ini sudah takdir, qadr, ketetapan dari Allah SWT, jelas tidak bisa dicegah. Peristiwa peperangan-peperangan di negeri Islam yang berada di Timur Tengah, klaim Jerusalem sebagai ibukota negara Israel dan seterusnya sudah merupakan takdir yang tidak bisa dicegah dan dihentikan. Namun walaupun sudah merupakan takdir, bukan berarti kita kemudian tidak bersikap dan tidak melakukan apapun, dan untuk menyikapi takdir perjalanan dunia ini agar bisa selamat berada di jalan yang diridlai-Nya tentu butuh ilmu, dan sumber ilmu utama bagi umat Islam adalah Al-Qur’an dan Al-Hadits. Al-Qur’an dan Al-Hadits jelas tidak hanya diperuntukkan untuk panduan melakukan ibadah yang bersifat ritual saja, tetapi harus dijadikan panduan untuk seluruh urusan di dunia dan urusan bekal untuk akhirat. Keimanan dan ketaqwaan tidak bisa diwujudkan dengan cukup mengimani rukun Iman yang enam dan hanya melaksanakan rukun Islam yang lima yang merupakan keshalihan ritual pencerminan dari habluminallah, tetapi harus dicapai juga dengan keshalihan sosial yang merupakan pencerminan dari habluminannas. Untuk mengantarkan kepada ini semua tentu dibutuhkan ilmu dan untuk mendapatkan ilmu yang benar memang dibutuhkan seorang guru mursyid, namun bila belum menemukan guru yang kita yakini sebagai guru mursyid kita tidak boleh berhenti juga untuk mencari ilmu dan untuk saat ini kesempatan untuk mencari ilmu sangat terbentang luas asal diikuti dengan sikap teliti dan hati-hati. Demikian juga untuk menyikapi kondisi akhir zaman ini diperlukan ilmu yang relevan dan sebenarnya ada di dalam Al-Qur’an dan Al-Hadits, namun bila belum mampu secara keilmuan untuk menelaah secara langsung masih bisa dilakukan melalui media lain yang tetap sumbernya adalah Al-Qur’an dan Al-Hadits. Untuk memahami skenario akhir zaman dan fenomena dunia saat ini, salah satu sumber yang bisa dipertimbangkan untuk bahan informasi adalah https://analisaakhirzaman.com.

Lalu setelah membaca analisa-analisa tersebut, bagaimana sikap kita sebagai muslim yang hidup di negeri Indonesia ini? Apakah terperangkap dalam jebakan yang tidak kita sadari, yang sebenarnya dipasang untuk menghancurkan kita atau untuk menyesatkan kita? Sibuk saling memperolok dan saling memaki antar sesama muslim di negeri ini untuk berbagai latar belakang penyebabnya baik yang sebenarnya adalah urusan politik maupun urusan ibadah keagamaan dan lainnya? Sibuk saling menonjolkan dan mengekspos tokoh-tokoh negara yang jadi idolanya baik yang dalam maupun luar negeri? Sibuk saling klaim merasa yang paling berhak terhadap negeri ini?

Kalau sudah membaca analisa-analisa yang dipaparkan pada situs tersebut secara lengkap dan komprehensif, mudah-mudahan pemikiran ini bisa diterima, pemikiran bahwa seharusnya negeri Indonesia kembali kepada fitrahnya kembali kepada jati dirinya sebagai negeri yang subur yang bisa menjadi sumber pangan dunia baik melalui sektor pertanian maupun sektor kelautan. Dalam analisa akhir zaman diperkirakan akan terjadi perang besar dan itu kemungkinan adalah perang nuklir yang bisa meluluhlantakkan negeri-negeri yang berperang dengan senjata ini seperti di wilayah timur tengah, eropa, amerika utara, asia timur dan asia selatan. Akibat perang ini akan sangat dahsyat sehingga wilayah-wilayah tersebut akan menjadi seperti padang pasir yang tandus. Salah satu hadits menyebutkan “hingga kepala sapi ketika itu lebih berharga untuk mereka daripada seratus dinar kalian sekarang ini”. Hanya sebagai perbandingan saja, karena sulit untuk mendapatkan data harga kepala sapi di zaman Rasulullah SAW, untuk saat ini harga kepala sapi adalah sekitar Rp. 350.000 dan 1 dinar adalah sekitar Rp. 2.300.000, jadi pada saat itu harga kepala sapi mencapai Rp. 230.000.000 nilai uang yang sekarang. Bayangkan harga satu kepala sapi setara dengan satu unit mobil kelas menengah, apalagi harga sapi nya yang utuh, begitu berharganya pangan saat itu. Indonesia pada saat itu diprediksi tidak menjadi medan pertempuran tetapi akan tetap menerima bencana dari awan radiasinya, namun tentunya masih jauh lebih baik kondisinya daripada negara-negara yang jadi medan pertempuran sehingga masih bisa digunakan untuk memproduksi pangan. Tetapi siapakah kelak yang akan memproduksi pangan ini, apakah bangsa Indonesia atau pengelolaannya sudah dikuasai asing? Dikuasai mereka yang menjadi sumber kekacauan dunia dan mungkin saja sudah mulai mengacaukan negeri kita juga dengan mengadu domba antar kita, menyibukkan kita dengan caci maki, dengan saling memperolok-olok, dengan semua aktivitas yang tidak produktif dan tidak mencerdaskan dengan tujuan akhirnya sumber pangan ini ada dalam kendali mereka?

Jadi kalau kita mau menjalani takdir perjalanan dunia ini dengan sebaik-baiknya sesuai dengan takdir kita ditempatkan, menurut pemikiran sederhana saya mari kita ambil peran kita masing-masing untuk tetap mempertahankan pengelolaan dan penguasaan produksi pangan ini sebagai salah satu bentuk ibadah. Bagi yang punya kekuatan sebagai bagian dari pemerintah, lakukan apa yang seharusnya mampu dilakukan seperti menentukan sikap negara, membuat regulasi, berkomunikasi, berdiplomasi, berkoordinasi dengan negara-negara lain dalam menyikapi kondisi dunia yang ada. Untuk kita sebagai rakyat yang tidak memiliki kemampuan didalam bersikap mewakili negara tidak perlu juga merasa apa yang baru kita suarakan sudah lebih hebat dibandingkan dengan apa yang sudah dilakukan oleh negara. Untuk saat ini lebih tepat kita ambil porsi dan peran kita masing-masing sesuai kapasitas dan kemampuan kita dalam menjalani takdir perjalanan dunia untuk negeri kita dengan lebih memberikan perhatian khusus pada sektor produksi pangan ini. Semoga kita senantiasa mendapatkan petunjuk untuk tetap memilih jalan yang diridlai-Nya, aamiin yaa rabbal ‘alamin.

Utju Suiatna

www.infoorganik.com

www.agrinesha.org

Share/Save/Bookmark

Last Updated ( Tuesday, 12 December 2017 01:59 )

 

Pangan, Desa dan Eksistensi Jatidiri Bangsa

Eksistensi dan kekuatan jatidiri suatu bangsa diawali serta dilandasi oleh kemampuan negara dalam mencukupi kebutuhan dasar bangsa tersebut. Kebutuhan dasar utama manusia dan bangsa dimanapun adalah pangan mendahului kebutuhan dasar lainnya seperti sandang, papan dan pendidikan yang seharusnya sistemnya pun mengacu kepada jatidiri bangsa itu sendiri. Kepala Negara dari berbagai negara sudah menyuarakan pentingnya masalah pangan ini dikaitkan dengan keberadaan bangsa itu sendiri walaupun negara tersebut memiliki kekayaan ekonomi yang tinggi. Cuplikan pidato Presiden pertama RI, Ir. Soekarno  di Bogor saat peletakan batu pertama untuk Gedung Fakultet Pertanian Universitet Indonesia pada tanggal 27 April 1952 : “Ya, pidato saya mengenai mati-hidup bangsa kita dikemudian hari, oleh karena soal yang hendak saya bicarakan itu mengenai soal persediaan makanan rakyat. Meskipun Brunei mampu membayar untuk impor beras, Sultan Brunei Hasanal Bolkiah pada tahun 2008 mengatakan "Menjadi tergantung pada dollar untuk mengisi perut tidak lagi relevan di tengah krisis pangan ini”. Kemudian pada tahun 2001 Presiden Amerika Serikat George W. Bush dalam pidatonya di hadapan petani pada kegiatan Future Farmer in US mengatakan “Sangat penting bagi bangsa kita untuk membangun menumbuhkan bahan makanan, untuk dapat memberi makan bangsa kita. Dapatkah Anda bayangkan sebuah negara yang tidak mampu menumbuhkan cukup makanan untuk memberi makan rakyatnya? Ini akan menjadikannya bangsa yang tunduk pada tekanan internasional”. Bagaimana dengan perhatian kita, bangsa dan pemerintah Indonesia pada masa kini dalam kaitan pemenuhan kebutuhan pangan atau ketahanan pangan dan kemandirian pangan yang jauh lebih krusial dibandingkan dengan kebutuhan dasar lainnya?

Last Updated ( Wednesday, 15 June 2011 00:06 )

Read more...

 

Pendidikan Bidang Pertanian

Pendidikan pertanianFakta yang ada saat ini jurusan pendidikan yang berhubungan dengan bidang pertanian di berbagai perguruan tinggi sudah kurang diminati. Tentunya hal ini menjadi suatu keprihatinan karena Indonesia adalah negeri yang diberi karunia tanah yang subur dan iklim yang cocok untuk pertanian sehingga menjadi negeri agraris. Minat yang menurun untuk melanjutkan pendidikan di bidang pertanian ini memang dapat difahami dengan kondisi paradigma masyarakat saat ini. Pada umumnya tujuan masyarakat melanjutkan pendidikannya atau pendidikan anaknya ke jenjang yang lebih tinggi adalah untuk mendapatkan pekerjaan yang baik atau pekerjaan dengan honor/gaji yang memadai. Sangat sedikit yang melanjutkan pendidikannya ke jenjang yang lebih tinggi dengan tujuan untuk lebih mengembangkan pengetahuan dan keahliannya sesuai dengan bakat dan minatnya atau potensi dirinya untuk kemudian nantinya dapat menghasilkan prestasi yang tinggi di dalam pekerjaannya baik sebagai pegawai maupun sebagai wirausahawan.


Last Updated ( Monday, 14 May 2012 09:19 )

Read more...

 

Sawit : Menjanjikan Duit – Menjadikan Tanah Sakit – Masyarakat Menjerit

Waow……… karena penasaran begitu pulang dari lokasi coba melihat di Google Earth sawah padi milik salah seorang alumni ITB'71 di Desa Padajaya Kecamatan Cikalong Kulon Kabupaten Cianjur yang sudah menerapkan sistem organik pola tanam SRI, ternyata sudah terkurung dikelilingi perkebunan sawit yang sedemikian luas dan umumnya berada di puncak perbukitan. Kalau di peta dari Google Earth, daerah yang berwarna hijau muda adalah kebun sawit sedangkan lokasi yang ditandai dengan nama Cicau, Empan, Sumur Kondang dan Lengkob adalah blok-blok sawah padi organik SRI yang totalnya sekitar 3,5 hektar. Sebelumnya memang sudah beberapa kali melihat juga keberadaan kebun sawit yang dekat dengan sawah organik ini dengan tinggi pohon sawit sekitar 1,5 m di akhir tahun 2010, tapi tidak memperkirakan lahannya seluas ini. Dalam beberapa bulan terakhir juga sudah beberapa kali melihat langsung terjadi kasus tanah longsor di perbukitan daerah ini yang puncaknya sudah menjadi kebun sawit. Tentu saja masyarakat yang terkena dampak tanah longsor secara otomatis menuding keberadaan kebun sawit ini sebagai penyebabnya karena sebelum adanya kebun sawit tidak ada kasus tanah longsor, dan seperti biasanya juga pihak pengelola kebun sawit menolak tudingan ini. Akibat terjadinya kasus longsor, beberapa rumah penduduk yang rawan terkena dampaknya harus direlokasi dan masih menjadi polemik antara penduduk dengan pengelola kebun sawit pada saat itu di akhir tahun 2010 entah bagaimana kelanjutannya saat ini. Memang di era materialistis kapitalis ini tampak jelas tujuan berbagai kalangan mengembangkan kebun sawit yang seolah-olah atau mungkin memang mengenyampingkan, tidak mempedulikan segala bentuk dampak buruk yang muncul, adalah duit, duit dan duit ………..

Last Updated ( Tuesday, 14 June 2011 15:52 )

Read more...

 

<< Start < Prev 1 2 3 4 5 6 7 Next > End >>

Page 1 of 7

Shoutbox
Archives
Thu 07/09 03:36
Thu 17/04 16:31noviini tentang organik ya? Ada gag obat pelangsing tubuh herbal atau obat pelangsing tradisional link
Tue 05/11 14:09jokoProduktivitas ril di lahan ini diperkirakan sekitar 75% dari produktivitas ubinan mengingat sebagian lahan digunakan sebagai pematang link
Tue 13/07 11:34suwarmanmau tanya apa sih yang menyebabkan tanaman tidak tahan lama di lingkungan kita,
Sun 23/05 09:08JKLN DFFJJGHNM M TAKARAN PENGGUNAAN PUPUK CAIRDARI URINE KELINCI
Thu 14/01 13:16gecHarga kompos per kg diluar ongkos kirim. Supaya murah ongkirnya sebaiknya dalam jumlah besar-makin banyak makin murah. Bulan Desember 2009 lalu kirim ke compreng subang 15ton jadi bisa dibawah rp.600/kg sampai di tempat
Wed 13/01 09:22AjiHrg Kompos Curah Rp. 500 itu per apa? Kalo sy beli, ongkos kirimnya (ke Subang) gimana?
Wed 30/12 15:18gecUntuk Sekolah lapang harus menyesuaikan dengan awal musim tanam, awal musim tanam berikutnya sekitar bulan April 2009
Thu 10/12 10:04Andrewberapa no telp yg bisa di hub? saya tertarik untuk pelatihan sekolah lapang/magang. tks
Fri 04/12 15:14gecPak Lesmana yth, untuk pesanan tidak dibatasi jumlahnya tapi kaitannya langsung ke biaya kirim. Sayurannya kami belum siap pak terutama utk fasilitas penyimpanannya.
Banner

Events Calendar
December 2018
S M T W T F S
25 26 27 28 29 30 1
2 3 4 5 6 7 8
9 10 11 12 13 14 15
16 17 18 19 20 21 22
23 24 25 26 27 28 29
30 31 1 2 3 4 5
JoomGallery Treeview
Visitors Counter
mod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_counter
mod_vvisit_counterToday2
mod_vvisit_counterYesterday233
mod_vvisit_counterThis week235
mod_vvisit_counterLast week1973
mod_vvisit_counterThis month4451
mod_vvisit_counterLast month7007
mod_vvisit_counterSince 15-04-20091044735

Online (20 minutes ago): 5
Your IP: 54.84.236.168
,
Now is: 2018-12-17 00:10
Share This To:
GTranslate
English French German Italian Portuguese Russian Spanish